Ketua TP-PKK Kota Kotamobagu, Rindah Gaib Mokoginta, didampingi Wakil Ketua Resty Mangkat Somba bersama jajaran pengurus Pokja IV, melakukan kunjungan langsung ke Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Manado.
Kunjungan tersebut bertujuan memberikan dukungan moril kepada perwakilan Kota Kotamobagu yang mengikuti ajang Pemilihan Duta Remaja Cegah Stunting tingkat Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026.
Dua Wakil Terbaik Kotamobagu di Tingkat Provinsi
Dalam ajang tersebut, Kotamobagu mengutus dua perwakilan terbaik, yakni Chrismart Imanuel Jourdan Palenewen dan Megrisa Hidayat Lesena. Keduanya merupakan pemenang seleksi tingkat kota yang kini membawa nama daerah di tingkat provinsi.
Ketua TP-PKK Kotamobagu, Rindah Gaib Mokoginta, menegaskan bahwa kehadiran pihaknya merupakan bentuk dukungan nyata sekaligus investasi dalam membangun peran remaja sebagai agen perubahan dalam upaya memutus mata rantai stunting.
“Kami hadir untuk memastikan putra-putri terbaik Kotamobagu merasa didukung sepenuhnya. Kami optimistis mereka mampu memberikan hasil terbaik pada Grand Final. Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat, Kotamobagu bisa,” ujarnya.
Ajak Warga Dukung Lewat Media Sosial
Sementara itu, Wakil Ketua TP-PKK Kotamobagu, Resty Mangkat Somba, mengajak seluruh masyarakat untuk turut memberikan dukungan melalui media sosial. Ia menilai partisipasi publik secara digital menjadi salah satu faktor penting dalam penilaian.
“Mari bersama-sama memberikan dukungan dengan mengunjungi akun resmi Bapelkes Sulut di Instagram dan Facebook. Cari profil Chris dan Mega, berikan like, komentar positif, serta bagikan kontennya. Setiap dukungan sangat berarti bagi mereka,” ajaknya.
Ajang Pemilihan Duta Remaja Cegah Stunting merupakan program strategis TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara yang bertujuan melahirkan generasi muda sebagai pelopor dalam sosialisasi gaya hidup sehat, pemenuhan gizi seimbang, serta pencegahan pernikahan dini di kalangan remaja.
Dengan pendampingan intensif dari Pokja IV PKK Kotamobagu, diharapkan kedua perwakilan tersebut tidak hanya tampil maksimal di atas panggung, tetapi juga memiliki pemahaman yang kuat terkait isu stunting, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat setelah kembali ke daerah.