PRIBUMI.ID, MANADO – Transformasi digital di Kabupaten Bolaang Mongondow memasuki babak baru. Bupati Yusra Alhabsyi, S.E., M.Si., memimpin langsung *High Level Meeting* (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) sekaligus Kick Off Penggalian Potensi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) Tahun 2026, Kamis (25/6/2026) di Manado Tateli Resort and Convention.
Pertemuan tingkat tinggi ini menjadi penanda kuat komitmen Pemkab Bolmong untuk menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui ekosistem digital yang terintegrasi, transparan, dan akuntabel.
Instruksi Tegas: OPD Wajib Inovatif Jemput Bola

Dalam arahannya, Bupati Yusra Alhabsyi memberikan penekanan khusus kepada seluruh Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Saya minta seluruh OPD jangan menunggu. Harus proaktif, inovatif, dan jeli melihat setiap potensi PAD baru. Digitalisasi bukan pilihan, tapi keharusan. Dengan sistem digital, kita tutup celah kebocoran, permudah masyarakat membayar pajak-retribusi, dan pastikan setiap rupiah kembali untuk pembangunan Bolmong,” tegas Bupati.
Beliau menekankan, target peningkatan PAD 2026 hanya bisa tercapai jika seluruh perangkat daerah bergerak dengan pola kerja baru: berbasis data, kolaboratif, dan terdigitalisasi.
QRIS Jadi Bukti: Digitalisasi Sudah Berjalan

Keseriusan transformasi ini dibuktikan dengan apresiasi langsung dari Bupati kepada sejumlah Puskesmas dan pelaku usaha. Mereka dinilai berhasil menjadi contoh dalam menyumbang PAD secara transparan melalui kanal pembayaran digital QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Langkah ini menunjukkan bahwa ekosistem transaksi non-tunai di Bolmong bukan lagi wacana, melainkan sudah dijalankan dan memberi dampak nyata pada penerimaan daerah.
Sinergi Kuat Pusat, BI, dan Daerah

HLM TP2DD 2026 turut diperkuat arahan virtual dari Direktur Pendapatan Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Dr. Drs. Teguh Narutomo, M.M., yang mendukung penuh akselerasi digitalisasi di daerah.
Hadir langsung, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Joko Supratikto bersama Deputi Perwakilan Darmawan T.B. Hutabarat, Kepala Bank SulutGo Cabang Lolak Aswin Patungan, Analis Kebijakan Ahli Madya Direktorat Pendapatan Daerah Riris Prasetya, S.T., M.Kom., serta jajaran Pemprov Sulut.
Dari internal Pemkab Bolmong, forum strategis ini dihadiri lengkap oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum, para Kepala Dinas: Kesehatan, PUPR, Perindag-ESDM, Perkim, DLH, Pariwisata, Tenaga Kerja, serta seluruh Kepala Bagian dan Bendahara Penerimaan SKPD.
Target 2026: Pemerintahan Bersih, Pelayanan Cepat

Melalui HLM TP2DD ini, Bupati Yusra Alhabsyi menargetkan ekosistem keuangan daerah Bolmong semakin terintegrasi dari hulu ke hilir. Mulai dari pendataan potensi pajak, transaksi pembayaran, hingga pelaporan, semua didorong masuk ke sistem digital.
“Ujungnya satu: tata kelola pemerintahan yang bersih dan pelayanan publik yang cepat. Kalau PAD kita kuat dan transparan, pembangunan akan merata dan kesejahteraan masyarakat Bolmong akan meningkat,” tutup Bupati.
Dengan kepemimpinan transformasi ini, Kabupaten Bolaang Mongondow menegaskan langkah menuju pemerintahan modern yang adaptif, akuntabel, dan berpihak pada rakyat. ***





